Berawal dari Blog, Berakhir Jadi Buku

Sunday, 14 October 2012

Ada gejala yang cukup menarik belakangan ini dalam hubungan antara blog dan buku. Sejak dulu hingga kini orang menulis buku memang dengan sengaja untuk dijadikan sebuah buku. Artinya, orang mempersiapkan dan membuat tulisan untuk diwujudkan menjadi buku. Di samping itu, ada juga buku yang merupakan ‘bunga rampai’ dari tulisan-tulisan lepas. Tulisan-tulisan lepas itu berasal dari seorang penulis, bisa pula dari beberapa penulis. Sejumlah tulisan itu dikumpulkan, dirangkai sedemikian rupa, lalu diterbitkan ke dalam bentuk buku. Sedikit-banyak tema tulisan-tulisan itu ada keterkaitannya satu dengan lainnya.

Kini, isi blog-lah yang dimanfaatkan menjadi buku. Tulisan-tulisan yang diposting dan terdokumentasi dalam sebuah blog dipinang penerbit untuk dicetak menjadi sebuah buku. Inilah yang mulai terjadi beberapa tahun terakhir. Sebuah perkembangan yang cukup menarik dan menjanjikan bagi para blogger.
Beberapa contoh konten blog yang jadi buku, diantaranya buku ‘Jalan-Jalan Bali’, yang pada awalnya merupakan isi sebuah blog yang dimiliki seorang blogger Bali. Buku itu menjadi laris manis, karena berisi informasi yang berguna bagi mereka yang hendak melakukan tour ke Pulau Dewata. Lalu, ada pula buku yang diambil dari blog yang juga laris manis bak kacang goreng. Judulnya : Kambing Jantan: Sebuah catatan Harian Pelajar Bodoh. Raditya Dika adalah penulisnya. Pada awalnya ia tak terpikir blognya bakal jadi buku. Ia hanya mengisi blognya dengan tulisan-tulisan ringan. Eh, ternyata ada penerbit yang kepincut dengan konten blognya dan menjadikannya sebuah buku dan ternyata kemudian menjadi laris.
Dan, ada lagi Andrias Harefa. Bukunya yang berjudul Happy Writing bersumber dari blog/webnya yang terkenal itu. Ada pula sedikit tulisan yang diambil dari facebook saat dia meminta pertimbangan pembaca dalam memilih judul yang paling pas bagi buku tersebut. Judul Happy Writing merupakan pilihan para pembaca facebooknya diantara tiga alternatif judul yang ditawarkannya. Ternyata, hampir seluruh pembaca memilih Happy Writing sebagai judul buku yang paling menarik. Ya, akhirnya dipakailah judul tersebut. Di samping memuat pemikiran-pemikiran Andrias seputar dunia tulis-menulis, komentar para pengunjung web-nya pun dimuat sehingga sebuah ide menjadi lengkap dan amat menarik dibaca. Agaknya buku itu bakal laris juga sebagaimana banyak buku Andrias sebelumnya yang best seller. Sekedar diketahui, penulis produktif ini telah menghasilkan 38 judul buku!

Belajar dari hal di atas, maka suatu saat Anda yang punya blog bukan tidak mungkin bakal dilirik penerbit. Tentu saja sepanjang isi blog tersebut menarik minat penerbit. Pertimbangan penerbit, antara lain, apakah informasi yang dikandung dalam blog itu berguna bagi kalangan pembaca dan apakah kalau diterbitkan bakal laku di pasaran? Oleh karena itu, sebagai blogger amatir maupun profesional, mungkin Anda lebih memilih untuk mengisi blog Anda dengan informasi dan pengetahuan yang berguna bagi pembaca/pengunjung blog Anda. Begitu dilakukan secara berlanjut dan konsisten. Siapa tahu, tulisan-tulisan Anda pun kelak dipinang penerbit. Atau, kalau tidak, toh Anda sudah berbagi dengan para pembaca. Berbagi pengetahuan dan informasi, tanpa pamrih, sama saja dengan berbuat amal, bukan?
Nah, selamat ngeblog. Bagaimana pendapat Anda, para pembaca? 

Sumber http://economist-suweca.blogspot.com/2010/12/berawal-dari-blog-berakhir-jadi-buku.html

2 Komentar:

hummm...aku ningin jadi penulis..

Ekohm Abiyasa said...

Sip!

Terus berkarya!

Post a Comment

Bila tertarik ingin berkomentar, memberi kritik maupun saran, silakan ketik komentar Anda di bawah ini.

Salam SABUDI (Sastra Budaya Indonesia)

 
 
 

Postingan Terbaru

Komentar Terbaru

Recent Comments Widget

Trafik

Total Dilihat

 
Kembali ke atas