Senin, 26 Oktober 2009

Hujan Telah Tuntas

hujan telah tuntas
selamat malam kawan

kita berburu deruderu angin
yang melintas disekitar kita
lalu mengirimkan segenap rindu pada guntur yang mengalun

hujan telah tuntas
selamat pagi kawan

kita menjadi riang dan marah
ketika rinai hujan bermain dan bernyanyi untuk kita
atau
ketika riak rindu pecah tak tersampaikan
lalu kekecewaan mendalam
dan atau
teringat memori yang membuat kita tersayat kala hujan
perih pilu

hujan telah tuntas
mari berpegangan tangan kawan

Karanganyar, 26 Oktober 2009

*) Eko Hari M

* Hujan membuat kita tertawa dan hati yang bahagia. Namun hujan juga membuat kita (terkenang) duka luka yang pernah kita alamin, baik sekarang maupun masa lalu (kecil).

Selasa, 20 Oktober 2009

Cerita Malam: Ketika Penyesalan Datang Lagi - Airmata Lekat di Pipi

aku berjalan
aku bermain di malam. Lalu memanggil si teman datang
bermain bersama

melewati pukul sebelas malam
lalu si aku dan si teman pulang
mencari sunyi menuju sunyi

aku belum tidur

"jangan.. tidur dulu"

hati berteriak
telinga sibuk mendengar perkelahaian. Pada mulut sang dalang
malam ini menjadi arena perang

waktu telah sampai pukul dua belas malam (lebih)
kutaruh kukunci kamar di atas sajadah panjang disamping teman tidur
suasana hening
gudang sunyi penuh suara hewan malam beberapa spesies
dan sesekali suara motor mencubit telinga

konsentrasi
hening pikiran hidupkan 'rasa' di hati
hidupkan.. bukalah rasa di hatimu. bukan pikir
...

sekitar seperempat jam beradu sunyi dan kantuk
sudah berusaha aku kosongkan
dan sikantuk menuju aku memenuhi gudang hati dan mata

lalu berjalan menuju temaram
tempat bersandar ini tubuh
rewel saja kalau malam tiba
setiap kali aku beradu sunyi selalu saja airmata ini memenuhi pipi kanan dan kiri
mengalir lepas
mulut menguap berkalikali mengalirkan air mata ini

tidak seperti dahulu: kalong
hujan teksteks di layar monitor komputer
dan sang mata setia untuk menemaninya dengan berkalikali angopan

-ooOoo-

akhirnya pejam juga mata
cepat sekali rasanya
bangunbangun sudah terang sekeliling

cerita berlanjut pada sebuah penyesalan diri
yang terseret si dingin pagi

Karanganyar, 22 Juni 2009

*) Eko HM

* Ketika penyesalan datang lagi. Apakah sama lagi, mengulangi penyesalan yang sama? Seandainya penyesalan itu datang pada awal.

Semalam Cahaya Itu Belum Muncul

sisa perjamuan malam
didera mimpi
jatuh berderai lunglai
akhirnya tuntas perjalanan. Kembali meniti

Karanganyar, 22 Juni 2009

*) Eko HM

Malu Diri

pada embun pagi
yang membelenggu titik poripori
terpejam seperti kekal

kemudian menyeret mimpi
terburai ketika terik membuyarkan

aku terkejut
ada batu
membentang langkah

Karanganyar, 2 Juni 2009

*) Eko HM

Nostalgia Sebuah Hujan - Takut

hujan kemarin aku takut
aku masih takut
sendirian dalam kamar. Sungguh mencekam
seret airair hujan menjadi kepingan kisah
catatan perjalanan

hujan. Aku ingin berselimut
kunyalakan radio kusadap bunyi
ada kedamaian
ada ketenangan yang kurasakan

"hujan.. hujan.. hujan"
berteriak dalam hati
tiada dengar

hujan kemarin adalah nostalgia ketakutan
mencekam
diam bersama riak
kalut sungguh
takut

hujan kemarin aku takut
kemarin adalah belasan

Karanganyar, 8 Oktober 2009

*) Eko HM

* Aku selalu takut hujan. Riak suara mencekamku. Aku takut hujan. Sendiri dalam kamar. Bersama nenek serumah. Belakang gelap sunyi. Suarasuara tak jelas membayang dibenak.

Hujan aku takut.

Gelap Dingin

malam kemarin dingin benar
meski telah pake jaket tebal hasanudin
tak mampu jua mengusir atau menahan hawa dingin itu

Jatipuro-Karanganyar, 14 Mei 2009

*) Eko HM

* Ketika bermalam di rumahnya mas Atrit. Mendapat pelajaran baru. Dingin dalam gelap. Langka orang seperti ini.

Menuju Keabadian

dingin
sunyi
sunyi
sunyi
diam suara
tak diriku
bukan
sunyi bibir yang basah mahabbah
benarbenar kuat
tekat
diri
dingin sunyi
menikamnikam dalam abadi
suatu saat nanti
sungguh beruntung
berdiam
diri
hening sunyi
apalagi
malaikat menjaga
malam
menuju pagi
dingin berhembus mesra
ingatlah

Karanganyar, 20 Mei 2009

*) Eko HM

Senin, 19 Oktober 2009

Merenung Waktu

aku melihat kebelakang
masih kuingat jelas
entah berapa saat nanti
waktu mengiris perih perasaan
membeku tanya: disegelintir lintas pertanyaan

aku masih mengingatingat bayangan singkat
bergemuruh menderu penyesalan sepertinya
menikamnikam belati melipat kemelut jiwa
ternyata benar sekali berarti itu mati adanya
mengertilah sebelum dedaunan berderai jauh tiada kita kira
bukan perkiraan..

Karanganyar, 21 April 2009

*) Eko HM

Ketika Semua Terpecah

kotakkotak
membentuk imajinasi sendiri
banyak persepsi dan amburadul
hal kecil tak mengapa
hal besar berkuasa
menelusup membentuk rangkaian selsel sulit menyatu

betapa
tak ada yang abadi
project besar menanti
sambut dan teriakkan semangatmu
menuju satu penuh

ketika semua terpecah
menelanjangi pikir dan mata
menyebut pada kekuasaan. Adu yang sejati
memang tak ada yang abadi

bayangkanlah
bila dunia tak lagi sanggup menampung kita
darah siap pecah burah

Karanganyar, 21 April 2009

*) Eko Hari M