Showing posts with label quotes. Show all posts
Showing posts with label quotes. Show all posts

Seorang Penulis Harus Cerdas

Tuesday, 28 April 2015

Seorang penulis harus cerdas, penulis yang tidak cerdas hanya akan memiliki khayalan.

Penulis harus mencari data untuk mengetahui lebih jauh apa yang akan ditulis maka cara pandang penulis akan lebih luas.

Mulailah menulis dengan membedakan mana yang khayalan dan mana yang imajinasi. Imajinasi adalah syarat utama yang harus dimiliki penulis, ciri imajinasi adalah kreatif.

Penulis lahir dari istiqomah, bukan dari trik-trik atau workshop menulis.

Jika kemampuan menulis tidak sebanding dengan imajinasi yang dimiliki, kuncinya adalah latihan.

Orang yang mengirim cerpennya 40 kali akan lebih baik dari yang hanya 3 atau 4 kali ditolak lalu menyerah . 


(Joni Ariadinata. Redaktur Majalah Sastra Horison dan Jurnal Cerpen Indonesia)

Foto oleh: Mas @Dwi Suwikyo
Kutipan oleh: @radiobuku


Sumber: Facebook Penerbit DIVA Press.
Selengkapnya: Seorang Penulis Harus Cerdas

Membaca itu..

Monday, 9 March 2015

"Membaca itu seperti berpikir, seperti berdoa, seperti berbicara dengan seorang teman, seperti mengekspresikan ide-idemu, seperti mendengarkan ide-ide orang lain, seperti mendengarkan musik, seperti melihat pemandangan, seperti berjalan-jalan di pantai." (Roberto Bolano, 2666)

Sumber: Facebook Gambang.
Selengkapnya: Membaca itu..

Kutipan dari Prof. Dr. Priguna Sidharta Tentang Guru

Friday, 27 February 2015

"Kini sudah tidak berlaku lagi bahwa seorang guru merupakan sumber mutlak suatu pengetahuan. Seorang guru tetap berfungsi sebagai guru dalam arti luhur, jika ia dapat menghibahkan cara berpikir, cara belajar dan cara bersikapnya kepada anak didik dengan anjuran untuk pada gilirannya meneruskan apa yang telah diterimanya kepada generasi muda."

(Dari buku "Seorang Dokter dari Losarang: Sebuah Otobiografi Priguna Sidharta" Hal. 211. Terbitan PT Temprint tahun 1993) Dari Facebook Ekohm Abiyasa

"Seorang guru yang baik dalam ilmu bukanlah guru yang akan membuat anak didiknya menjadi duplikat dari pribadinya, tetapi adalah guru yang dapat melimpahkan cara berpikirnya kepada anak didiknya, di mana pada waktu anak didik ini akan menjadi penerus, dan seterusnya. Guru bukanlah satu-satunya sumber ilmu, namun guru lebih mengarahkan dan menunjukkan mana yang baik dan berhasil bila dipelajari dengan tekun. Untuk itu kamu harus membentuk dirimu sendiri yang sesuai dengan perilaku kehidupanmu sendiri ketimbang mengagungkan pribadi gurunya yang mungkin tak sesuai dengan kehidupan dirimu sendiri. Menetapkan disiplin belajar adalah keharusan, namun bagaimana kamu melaksanakannya adalah kesadaran dan kelincahanan dirimu sendiri. Dari guru sekarang ini bolehlah ditimba pengalamannya dan pengetahuan praktisnya."

Ujar Dr. Sie Pek Giok alias Dr. Priguna Sidharta kepada muridnya, Dr. Santoso Sumorahardjo.
(Dari buku "Seorang Dokter dari Losarang: Sebuah Otobiografi Priguna Sidharta" Hal. 357. Terbitan PT Temprint tahun 1993) Dari Facebook Ekohm Abiyasa

Wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Priguna_Sidharta 
Paper: https://sciencescape.org/author/84465864
Selengkapnya: Kutipan dari Prof. Dr. Priguna Sidharta Tentang Guru

Puisi Seharusnya

Thursday, 26 February 2015

"Puisi (seharusnya) mampu mengangkat keindahan lebih tinggi di atas kebenaran."

Sakutaro Hagiwara (1886-1942)

Sumber: Facebook Sofyan RH Zaid
Selengkapnya: Puisi Seharusnya

Sastrawan Sejati, Tidak Takut Miskin

Friday, 6 June 2014

Sastrawan sejati berpikir dan bertindak dengan hati yang murni. Ia memahami kejayaan sebagai proses bersyukur. Ia memahami kejatuhan sebagai proses perbaikan diri. Ia akan lebih menghargai orang yang menganggapnya sebagai lawan tetapi bersikap tulus dan terus-terang daripada orang yang dianggapnya sebagai kawan yang bersikap manis di hadapan tetapi menghancurkan di belakang.

Sastrawan sejati selalu melihat setiap persoalan dari berbagai sudut pandang, juga dari pandangan yang bertentangan; ia tidak pernah memutuskan sikap atas sesuatu sebelum memiliki informasi yang cukup.

Sastrawan sejati, jika kalah dalam wacana pemikiran atau perdebatan, tidak akan menghancurkan lawan berpikir dan berdebatnya dengan menggunakan kekuasaan yang ada pada dirinya atau dengan menggunakan kekuasaan yang ada pada orang lain. Ia tidak akan pernah merampas pekerjaan dan hak-hak perdata orang lain dengan cara apa pun.

Sastrawan sejati tidak akan menggadaikan prinsip-prinsip kebaikan universal.

Sastrawan sejati tidak takut gertakan, tidak takut pada kekuasaan yang mengancam, tidak takut memperjuangkan kebenaran.

Sastrawan sejati, tidak takut miskin.  

(Cecep Syamsul Hari, April 2014).

Sumber: Sastra Digital, http://www.sastradigital.com/apps/blog/show/42093871-sastrawan-sejati-tidak-takut-miskin
Selengkapnya: Sastrawan Sejati, Tidak Takut Miskin

Kutipan-kutipan Novel Inferno karya Dan Brown

Wednesday, 26 February 2014

Terbitan Bentang Pustaka (Cetakan kedua, Oktober 2013)
Penerjemah : Ingrid Dwijani Nimpoeno dan Berliani Mantili Nugrahani

BAB 14
Halaman 87
SALIGIA singkatan dari superbia, avaritia, luxuria, invidia, gula, ira, dan acedia (kesombongan, keserakahan, hawa nafsu, kecemburuan, kerakusan, kemarahan, dan kemalasan)

BAB 15 
Halaman 96
Sastrawan dan seniman yang terpengaruh Inferno karya Dante Alighieri: Longfellow, Chaucer, Marx, Milton, Balzac, Borges, Monteverdi, Liszt, Wagner, Tchaikovsky, Puccini, McKennit, Sandro Botticelli,


Selengkapnya: Kutipan-kutipan Novel Inferno karya Dan Brown

Quote tentang Seni, Seniman dan Dunia Tulis

Saturday, 29 September 2012

/1/ Apakah seni dan seniman ?

Seni adalah ketika aku berjalan di sebuah galeri, lalu aku berhenti sejenak di depan lukisan dan menikmati setiap lekuk warna dan bentuk yang terkanvas.

Seni adalah setiap aku menorehkan apa yang ada di benakku.

Seni adalah memaku diri di depan riuhnya ombak lautan, lalu merasakan tiap deburan ombak yang membawa pasir itu sebuah tarian kosmis, penghubung antara tantra dan kuantum.

Seni adalah menyendiri untuk mengenali diri, lalu ia berkarya untuk memuaskan diri. Ini adalah ritual tertinggi dalam memahami diri; bahkan sekadar memilih buku mana yang akan dibaca pun termasuk seni, karena ia tak melepaskan proses pikir dan menghasilkan. Dan, berpikir tidak selalu menggunakan rasio. Ada hal yang lebih sakti dan merupakan mesin ajaib yang membuat proses pikir menulis dibilang seni. Yaitu kokoro. Kata dalam diri. Jiwa dalam sukma. Akal dalam budi. Ini yang membatasi seni yang kadang tak mau terbatas. 

Seni adalah kesetiaan mencipta tanpa takut gagal dicemooh orang, dan..

Seniman adalah orang yang tak pernah merasa dirinya takut dianggap gila hanya karena ia berbeda norma dengan yang lain.

Seniman adalah orang yang bekerja dengan mendengarkan suara batin dan berkarya berdasarkan keyakinan dan imajinasi.

Seniman adalah orang yang membuahkan karya dan tidak berpikir rumit apakah karyaku ini akan membentuk komunitas atau tidak, memberi sumbangsih atau tidak, karena mereka tahu bahwa diri yang jelas nyata ada itu akan memberikan sumbangsih kepada dunia meski ia diam dan tak melakukan apa-apa.

Jadi, mengapa seniman terlalu repot memikirkan apakah karya seninya itu produktif, diakui, diberi label halal, ataukah menjadi booming? Ia seharusnya lepas dari ini. Kita seharusnya tidak terikat dengan ketakutan-ketakutan semacam ini. 


Menjadi seniman itu menyenangkan. Karena hanya dengan menjadi seniman, gila dianggap normal. Like, home sweet home for me.
- Aida Vyasa dalam Taman Sunyi Sekala hal.124-127

/1.a/ "Saya tidak merasa butuh disukai dan saya pikir bukan itu fungsi seniman. Yang saya pikir paling penting dari posisi seniman adalah apakah saya bisa bicara, bisa membangun komunikasi lewat karya saya, apakah karya saya bisa mengatakan sesuatu yang bisa direspon oleh orang lain dan kemudian saya bisa mendengar respon tersebut."
- Ugoran Prasad. Sumber. Link menarik di sini dan cerpen Ugoran Prasad.

/1.b/ "Tiap-tiap seorang seniman, pertama mesti berdasar watak seorang seniman. Dan seorang seniman mesti pula berani dalam segala–galanya terutama berani memberikan idenya kepada dunia, meskipun tidak mendapat tanggapan baik dari publik sekalipun."  Sumber.
- S. Sudjojono.

/1.c/
“Poetry is the spontaneous overflow of powerful feelings: it takes its origin from emotion recollected in tranquility.”
(Puisi yang baik adalah aliran seketika dari perasaan kuat bertenaga, mengambil sumbernya dari emosi dan diraih kembali dalam keadaan yang setenang-tenangnya.)
- William Wordsworth, Lyrical Ballads. Sumber dan ini.

/1.d/

“Seniman adalah sebuah tanda dari kehidupan yang melepas-bebas.”
- Chairil Anwar, penyair. Sumber.
 

/2.a/ "Teruslah menulis bukan untuk jadi top atau semacamnya tetapi untuk menjadi diri (sendiri)."
/2.b/ "Jika kamu ingin jadi penyair, itu mudah. Semua orang bisa menjadi penyair-penyairan. Tapi disaat kamu sudah bisa menuliskan cinta tanpa ada kata cinta, dan melukiskan rindu tanpa kata rindu. Disitulah kamu telah menjadi seorang penyair."
- Sutardji Calzoum Bachri

/3/ "Menulislah, karena menulis itu meninggalkan jejak"  
- I Ketut Suweca

/4/ "Dalam hal berkarya, yang terpenting adalah berusaha untuk menghasilkan sebuah karya yang terbaik yang kita bisa, bukan berharap karya yang sempurna. Karya yang terbaik adalah karya yang dikerjakan secara total dengan sumber daya yang ada. Walau hasilnya jauh dari sempurna, tak mengapa. Yang penting, sudah dikerjakan sebaik mungkin, tidak setengah-setengah atau sekadar membuat. Seyogianya itulah prinsip yang kita pegang dalam menulis, bahkan dalam mengerjakan tugas apapun dalam kehidupan ini.." Lanjut membaca.

/5/ “Karya-karya tulis akan kekal sepanjang masa. Sementara penulisnya hancur terkubur di bawah tanah.”
- Ali Mustafa Yaqub

/6/ Quote dari buku di Serapium Kaskus

/7/ Daniel Defoe Quotes (1660-1731)

/8/ "Kau tahu, puisi tidak selalu harus berirama.. Mereka hanya harus kreatif.."
- Moonrise Kingdom 2012, 43:00

/9/ "Menulislah, apapun itu. Jangan Pernah takut tulisanmu tak dibaca orang. Yang penting tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna."
- Pramoedya Ananta Toer

/10/ "Saat menulis, saya selalu berpura-pura seolah saya sedang duduk berhadapan dengan seseorang sambil bercerita. Dan saya tidak mau orang itu bangkit dari duduknya sampai cerita saya selesai."
- James Patterson

/11/ "Penulis amatir selalu duduk sambil menunggu inspirasi, sementara kami --para penulis profesional-- selalu menulis apapun kondisinya."
- Stephen King

/11.a/ "Ketika ditanya, "Bagaimana caramu menulis?" saya selalu menjawab "Kata per kata" 
- Stephen King

/11.b/ "Penulis harus adil dan ingat bahwa orang jahat (sebagian besar) selalu menganggap diri mereka sebagai orang baik -- mereka adalah pahlawan dalam cerita kehidupan mereka sendiri. Berikan karakter antagonismu kesempatan yang adil untuk menciptakan bayang-bayang keraguan -- karena bayang-bayang itu juga bagian dari hidup."
- Stephen King

/12/ "Jangan ceritakan pada saya bahwa bulan sedang bersinar; tapi tunjukkan kilau cahaya bulan di atas pecahan gelas kaca." 
- Anton Chekhov

/12.a/ "Pastikan agar Anda tidak mendiskusikan pemikiran protagonis dalam cerita Anda. Tapi tunjukkan lewat perbuatannya."  
- Anton Chekhov

/13/ "Semua rahasia dalam diri seorang penulis, setiap pengalaman yang telah ia lalui, dan semua kualitas pemikirannya tertulis jelas dalam setiap karyanya." 
- Virginia Woolf

/14/ "Hidup bukan soal mencari jati diri; tapi menciptakan jati diri." 
- George Bernard Shaw

/15/ "Tulis sesuatu yang layak dibaca, atau lakukan sesuatu yang layak ditulis." 
- Benjamin Franklin

/15.a/ "Jika engkau tidak ingin dilupakan segera setelah berkalang tanah nantinya, tulislah sesuatu yang layak dibaca, atau lakukan sesuatu yang layak ditulis." 
- Benjamin Franklin. Sumber blog JPIN

/16/ "Jangan dibengkokkan, jangan diperhalus; jangan membuatnya jadi logis; jangan mengedit jiwamu sendiri sesuai dengan selera pasar. Ikutilah obsesi terbesarmu seolah tanpa batas." 
- Franz Kafka

/17/ "Semua hal dalam kehidupan bisa dijadikan bahan tulisan jika Anda punya keberanian untuk melakukannya; serta imajinasi untuk memperbaikinya. Musuh terbesar kreativitas adalah keraguan terhadap diri sendiri." 
- Sylvia Plath

/18/ "Merencanakan waktu untuk menulis TIDAK AKAN menyelesaikan tulisan. Membangun kerangka, melakukan riset, membicarakan tulisan kepada orang lain, TIDAK SAMA dengan menulis. Menulis ya Menulis." 
- E.L Doctorow

/19/ "Menulislah. Lalu revisi tulisan itu. Saat kau tidak menulis atau merevisi tulisan, baca. Tidak ada jalan pintas untuk jadi penulis." 
- Larry L. King

/20/ "Menulis novel adalah pengalaman yang buruk, di mana tak jarang rambut pun ikut merontok dan gigi membusuk. Saya selalu sebal terhadap orang yang menganggap menulis fiksi itu sama saja seperti kabur dari realita. Fiksi, bagi para penulis, adalah aksi menceburkan diri ke dalam realita; dan dan hal ini tak urung memicu reaksi syok pada sistem tubuh." 
- Flannery O'Connor

/21/ "Satu hal yang kau miliki yang tidak dimiliki orang lain adalah dirimu sendiri. Suaramu, pikiranmu, ceritamu, visimu. Maka menulislah, menggambarlah, bangunlah sesuatu, lantas bermainlah, menarilah dan hiduplah sebagaimana yang kau bisa." 
- Neil Gaiman

Quote 10-21 diambil dari Fiksi Lotus

/22/ "Jika Anda ingin meraih level kebahagiaan, maka atasi ego Anda. Buatlah sebuah keputusan berani, untuk melepas perasaan:
1. Ingin selalu menguasai
2. Ingin selalu disetujui
3. Ingin selalu dipuji

Karena di tiga area itulah egoisme kerap beraksi." 

- Deepak Chopra, penulis dari India

/23/ “Segala yang kau pikirkan percuma, apabila tak kau tuliskan!” 
- Umbu Landu Paranggi. Sumber

/24/ "...pekerjaan penyair bukanlah sekedar mengkomunikasikan perasaan dan pengalaman, tetapi mengolah pengalaman dan perasaan tersebut melalui proses penyaringan psikologis yang kita kenal sebagai sublimasi, sehingga sebatang tangkai kering di pinggir semak berubah menjadi hiasaan meja yang unik di sebuah gedung tinggi. Penyair bukan saja menerjemahkan pengalamannya ke dalam bahasa, tetapi menjadikan bahasa sebagai medium untuk menerjemahkan perasaannya menjadi suatu wujud artistik, yang kita kenal sebagai keindahan yang menjelma melalui mediasi bahasa."
- Kata Pengantar Ignas Kleden dalam buku "Dalam Rimba Bayang-bayang" karya Mochtar Pabottingi. Terbitan Penerbit Buku Kompas, Januari 2003. Hal. xviii

/25/ "Barbara Rose mengungkapkan, bahwa Seniman dan masyarakat ibarat orang tua dan anak. Orang tua yang mengikat seniman dengan aturan yang suda baku dan seniman ibarat anak yang bosan dengan kekolotan. Maka terjadilah dealektika." Sumber

/26/ “….Secara hakiki, yang membedakan karya sastra dengan karya-karya non sastra adalah adanya dominasi imajinasi. Dalam karya sastra, dominasi imajinasi sangat penting. Oleh karena itu, dalam karya sastra semua fakta apapun, cenderung diperlakukan sebagai fiksi. Fakta dalam karya sastra adalah fiksi. Itu pula sebabnya, penilaian terhadap karya sastra tidak berkaitan dengan masalah benar-salah, tetapi berkaitan dengan kesanggupannya menyajikan keindahan estetik….” Sumber.
- Maman S. Mahayana

-pengeditan cepat-
Selengkapnya: Quote tentang Seni, Seniman dan Dunia Tulis

Kumpulan Kutipan Pramoedya Ananta Toer

Tuesday, 4 October 2011

"Tak mungkin orang dapat mencintai negeri dan bangsanya, kalau orang tak mengenal kertas-kertas tentangnya. Kalau dia tak mengenal sejarahnya. Apalagi kalau tak pernah berbuat sesuatu kebajikan untuknya." (Minke, 202) Sumber.

"Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai." (Magda Peters, 233) Sumber.

Lebih lengkap:
https://www.goodreads.com/author/quotes/101823.Pramoedya_Ananta_Toer
http://contoh.org/kumpulan-kutipan-pramoedya-ananta-toer-terbaik.html
http://quotetokoh.blogspot.com/search/label/Pramoedya%20Ananta%20Toer
Selengkapnya: Kumpulan Kutipan Pramoedya Ananta Toer

 
 
 

Postingan Terbaru

Komentar Terbaru

Recent Comments Widget

Trafik

Total Dilihat

 
Kembali ke atas