Dua Puisiku dalam Antologi Puisi Bersama: Puisi Tragedi Mei 1998, Merawat Ingatan Rahim (Jejer Wadon Solo dan Komnas Perempuan Solo, 11-12 Mei 2013)

Wednesday, 8 May 2013

Dua puisiku,

Perempuan Kecil

di balik kelopak mataku, aku melihat asap-asap beterbangan
suara orang berlarian
ada yang terbakar

suara anak perempuan kecil merengek minta pulang
meminta perlindungan
di balik baju

Solo, 04 April 2013


Doa dan Harapan Tragis 98

/1/
orang-orang menyimpan bara di tangan mereka
siap meletupkannya di jalan-jalan
orang-orang panik berhamburan
beranjak sebelum kehendak yang membinasakan

asap membumbung dari mobil, kendaraan dan apa saja yang bisa terbakar
murka manusia yang tak bisa kutakar

/2/
aku tak tahu, negeri mana yang paling aman buat ditinggali
aku berbekal doa dan harapan dari ibu dan ayah
ibu rajin membacakan getir semangat di tiap malam
ayah rajin memungut terik matahari
mereka menaruh doa dan harapan di kepalaku

aku tak tahu, negeri mana yang paling nyaman buat kehidupan nanti
aku berlari menjauh dari tangan-tangan amarah
ibu dan ayah sudah tiada nampak di hadapan
mereka hilang begitu saja bersama dengus membakar api
namun aku berhasil menyelamatkan doa dan harapan ibu dan ayah
bersama isak tangis
tragis

Solo, 09 April 2013

* ) Ekohm Abiyasa

Termaktub dalam antologi puisi bersama, Puisi Tragedi Mei 1998 - Merawat Ingatan Rahim.

Para penyair,
1. Arif Saifudin Yudistira
2. Aulia Nur Inayah
3. Abednego Afriadi
4. Anisa Afzal
5. Afrizal Malna

6. Beni Setia
7. Boen Mada
8. Cecep Syamsul Hari
9. Dimas Indianto S
10. Ekohm Abiyasa
11. Fanny Chotimah
12. Gunawan Tri Atmodjo
13. Impian Nopitasari
14. Isroni Muhammad Zulfa
15. Indah Darmastuti
16. Joko Pinurbo
17. Kinanthi Anggraini
18. Karisma Fahmi Y
19. Kurnia Effendi
20. Lasinta Ari Nendra
21. Mudji Sutrisno
22. Niken Kinanthi
23. Nurni Chaniago
24. Ngadiyo
25. Pradita Nurmalia
26. Puitri Hatiningsih
27. Putri Narita Pangestuti
28. Sulung Pamanggih
29. Santi Almufaroh
30. Sartika dian nuraini
31. Soe Tjen Marching Hen
32. Wijang Wharèk AM
33. Wida Waridah
34. Wiji Thukul
35. Y.E. Marsyanto
36. Yudhi Herwibowo


Launching,

NAPAK REFORMASI: PEREMPUAN MERAWAT INGATAN MEI ‘98
 
Pada Mei 1998, hampir seluruh kota-kota besar di Indonesia membara. Gedung-gedung dibakar. Semua trauma itu menyakitkan. 15 tahun kemudian, sekarang, di tahun 2013, kepahitan sejarah tidak lekas-lekas menjadi pelajaran dalam kurikulum para pembelajar. Negara yang abai melahirkan generasi-generasi abai. Mei 2013 ini kita semua harus melawan lupa ini. Negara memiliki tanggung-jawab mengajak warga-negaranya untuk tak abai atas sejarah. Negara merupakan axis dari seluruh memorialisasi merawat ingatan.

Komnas Perempuan dan Jejer Wadon, pada bulan Mei 2013 ini menjadi bagian dari merawat ingatan rumah peradaban Indonesia. Untuk menghidupkan kembali pelajaran tentang penghargaan kepada kemanusiaan, kepada perempuan, kepada yang liyan, yang rentan (vulnerable group).

Tugas perempuan adalah merawat ingatan.
Perempuan bertemu, perempuan saling berbicara, perempuan saling berkomunikasi, adalah perempuan-perempuan yang bekerja gigih dalam merawat ingatan. Ingatan dirawat bukan untuk menyegarkan luka, tetapi menyampaikan kepada generasi terkini, akan ruginya zaman yang tidak mengingatnya sebagai dosa dan murka. 

Tujuan Napak Reformasi:
1. Memorialisasi luka sebagai pengungkap fakta kebenaran;
2. Merawat ingatan sebagai trauma-healing dan pemberdayaan diri;
3. Mentransfer ingatan dalam narasi sejarah untuk generasi muda agar tidak terulang di masa mendatang.

Tempat dan Waktu:
Balai Soedjatmoko Solo
Jl. Slamet Riyadi 284 Solo

Sabtu, 11 Mei 2013
Jam18.30-21.00


Susunan Acara:
· Pembukaan “Merawat Ingatan Mei” oleh Bp Hari Budiono (Balai Soedjatmoko)
· Launching Buku Puisi oleh Yuniyanti Chuzaifah (Komnas Perempuan)
· Launching Film Mei oleh Vera Kartika Giantari (Jejer Wadon)
· Pembacaan Puisi Merawat Ingatan Rahim oleh (Kinanthi Anggraini, Boen Mada, Wijang Warek, Ngadiyo Diharjo, Nurni Chaniago dan teman-teman penyair).
· Pemutaran Film dan Diskusi Film oleh Anna Subekti (Jejer Wadon)

Loji Gandrung, Rumah Dinas Walikota Solo
Jl. Slamet Riyadi 261 Solo

Minggu, 12 Mei 2013
Pukul 09.00-13.00 WIB


Sususan Acara:
· Pembukaan “Napak Reformasi” oleh Haryati Panca Putri (Jejer Wadon).
· Pembacaan Puisi “Memorabilia Mei  98’oleh Wijang Wharek (TBJT).
· Peresmian Peta Memorialisasi Mei (danwebsite situs Mei) oleh Bapak Hadi Rudyatmo (Walikota Solo).
· Pembacaan Puisi “Obong” oleh Puitri HatiNingsih.
· Pembacaan Puisi “Mengenang Anyir Air Mata” oleh Nurni Chaniago.
· Pidato “Napak Reformasi” oleh Prof Saparinah Sadli (Komnas Perempuan).
· Pembacaan Puisi “Lembar Usang NotaWanita” oleh Kinanthi Anggraini.
· Sarasehan Pemerintah Kota Solo, Komnas Perempuan dan Masyarakat difasilitasi oleh Nurul Sutarti (Jejer Wadon)

NB :
Dresscode sunnah : atasan putih, bawahan jarik/sarung

Info :
situsmei98.wordpress.com
jejerwadonsolo.wordpress.com
FB : jejer.wadon
T : @jejerwadon


Sumber FB Anna Subekti dan Jejer Wadon Solo

Info berita:
Peringati Tragedi Mei 1988 Jejer Wadon dan Komnas Perempuan Gelar Napak Reformasi
http://www.infosoloraya.com/peringati-tragedi-mei-1988-jejer-wadon-dan-komnas-perempuan-gelar-napak-reformasi/

Napak Reformasi: Perempuan Merawat Ingatan Mei '98 
http://indonesiasastra.org/2013/05/08/napak-reformasi-perempuan-merawat-ingatan-mei-98/ 

Peluncuran Buku Puisi Tragedi Mei 98
http://www.timlo.net/agenda/peluncuran-buku-puisi-tragedi-mei-98/

Perempuan Merawat Ingatan Mei bersama Jejer Wadon dan Komnas Perempuan Pembacaan Puisi dan Diskusi Film
http://www.bentarabudaya.com/agenda.php?id=1345

Pementasan ‘Napak Reformasi’ Peringati Tragedi Mei 98
http://www.timlo.net/baca/69731/pementasan-napak-reformasi-peringati-tragedi-mei-98/

Pembacaan puisi dan pemutaran film 'Perempuan Merawat Ingatan'. Ingatan Mei 98 Dalam Puisi dan Film
http://www.timlo.net/baca/70896/ingatan-mei-98-dalam-puisi-dan-film

Beberapa fotonya,

Di Balai Soedjatmoko, Sabtu Malam 11 Mei 2013
Pak Wijang membaca puisinya.

 --
 
 Tanda tangan pengunjung. Menorehkan doa dan harapan.
Goresan tangan paling unik oleh Aida Vyasa :)
   Foto oleh Ekohm Abiyasa

 
Foto oleh Nurni Chaniago




 
Foto oleh Kinanthi Anggraini/Lasinta. Di sini.


Foto oleh Arafat AHC



Di Loji Gandrung, Minggu 12 Mei 2013
Kinanthi Anggraini membaca puisinya, Lembar Usang Nota Wanita.


 
  Foto oleh Ekohm Abiyasa


  Foto oleh ? Diambil dari sini.
 
Foto oleh Nurni Chaniago

3 Komentar:

Galaxy s5 said...

Puisinya keren..

Ekohm Abiyasa said...

Terima kasih. Salam Puisi :)

Jenifer Jilian said...

I think your blog is good to read and need to be updated to be great for readers
domino qiu qiu

Post a Comment

Bila tertarik ingin berkomentar, memberi kritik maupun saran, silakan ketik komentar Anda di bawah ini.

Salam SABUDI (Sastra Budaya Indonesia)

 
 
 

Postingan Terbaru

Komentar Terbaru

Recent Comments Widget

Trafik

Total Dilihat

 
Kembali ke atas