Poetry Battle: Aku Benalu, Menghisap Darah dan Rindumu

Sunday, 4 November 2012

dimana dirimu?
aku menunggu kau hadir di pipiku
memeluk erat darahku

aku bersemayam dalam dadamu
menyesap habis rindumu
tidak sadarkah engkau?


ah, semua hambar dan tak berwarna kau terasa tak ada
mengapa?

semacam benalu
menggeroti setiap mili darahmu
mungkinkah engkau terlalu alpa mengingatnya
kenangan menjadi penghias meja makan


Ruang Maya,
Jakal KM 14 Jogja, 04 November 2012

*) Ekohm Abiyasa(miring) - Rosad(tegak)

Taken from facebook Rosyad

1 Komentar:

Imanka S4 2007 said...

Hahaha.. Kuhisap juga dadamu yang sesak

:v

Post a comment

Bila tertarik ingin berkomentar, memberi kritik maupun saran, silakan ketik komentar Anda di bawah ini.

Salam SABUDI (Sastra Budaya Indonesia)

 
 
 

Postingan Terbaru

Komentar Terbaru

Recent Comments Widget

Trafik

Total Dilihat

 
Kembali ke atas