Pemuda yang Berserah Diri

Wednesday, 4 March 2009

jemari basah oleh jernihnya air sumur
aku mulai niat sholat dhuhur
memohon kepada-Nya ampunan
apalah daya kekuatan badan
kan remuk jua termakan usia
aku mulai mengambil jiwa yang sekarat
hikmah kukecup dari kisah shahabat

antara ujung waktu dengan yang lain
seringlah kumaknai dosa kemarin
habis malam lepas menanti
banyak karatan tiap ruas ulu hati
aku beristighfar..
aku bersabar..
bukanlah aku su'udzon.. berserah diri pada-Mu
uh.. ruh tubuh mulai basah oleh syahdunya lantunan ayat-Mu
"la haula walaquwata illa bilahil 'aliyyil adzim"

malam mulai sirna pengembaraannya
urat menganga hendak berdzikir pada-Mu
seperti jiwa kemarin subuh
tertegun merajam dalam Rahman Rahim-Mu
hidup tak jua berarti apaapa
o sejuknya menyentuh kalbu
fajar menyapa ku tersadar lautan Mahabbah-Mu
aku mulai menata hati menyeluruh

Karanganyar, Ahad 10 Oktober 2005

*) Eko HM

*Versi lomba UNS
DSI SKI FMIPA
Kajian Syair : "Kembalikan Syair sebagai Fungsi Dakwah"
bersama Nassirun Purwokartun (penulis puisi - kartunis) & Afifah Afra Amatullah

16 Oktober 2005 - Ruang Seminar Gd. A FMIPA UNS

Piagamnya (hanya poto kopi, yang asli malah hilang :( dan piala yang patah)
 

0 Komentar:

Post a Comment

Bila tertarik ingin berkomentar, memberi kritik maupun saran, silakan ketik komentar Anda di bawah ini.

Salam SABUDI (Sastra Budaya Indonesia)

 
 
 

Postingan Terbaru

Komentar Terbaru

Recent Comments Widget

Trafik

Total Dilihat

 
Kembali ke atas