Gradag-Grudug bersama Umbu Landu Paranggi, dkk 13-14 Juli 2013 (Dok. Wayan Jengki Sunarta)

Sunday, 18 August 2013

"ingat...Bali pasti kembali...itu pelajaran malam jelang subuh..." (Umbu sedang mengajari anak angkatnya bikin PR)
sedang sibuk belajar kelompok...PR menulis puisi

ayah dan anak angkatnya..

Beginilah cara Mahaguru Umbu Landu Paranggi mencari, menemukan, dan memotivasi bakat calon muridnya....

Gadis manis yang duduk di depan Umbu di foto ini bernama Vio, pelajar SMAN 3 Denpasar. Vio suka menulis dan aktif di koran dinding sekolahnya. Vio adalah puteri pemilik rumah makan Padang Ampera Saiyo yang berlokasi di Kelandis, Denpasar. Suatu kali kami makan pagi di warung itu dan ngobrol bersama Vio soal kesusastraan, kesenian, dan semacamnya. Umbu nimbrung dan tertarik dengan bakat menulis Vio.

Dan...pada minggu 14 Juli, jam setengah empat pagi, sehabis kongkow di kantin Pos Kepundung, kami nyamperin warung makan Ampera Saiyo. Umbu membawa dua buku puisi dan minta pada saya untuk memberikan pada Vio agar dibubuhi tanda tangan di halaman belakang yang kosong dan nomor hape serta data diri yang lengkap. Saya bertugas membonceng Umbu ke warung itu, kawan-kawan lain membuntuti. Sepanjang jalan, Umbu ngoceh soal Vio beserta talenta terpendam gadis lugu itu. Sembari dengarin Umbu ngoceh, saya yang agak mabuk hampir nyeruduk pembatas jalan, Umbu kaget dan motor hampir kehilangan keseimbangan. Bayangkan saja, saya yang kecil mungil membonceng Umbu yang badannya besar dan berat. Karena dalam kondisi pengaruh bir dan mengantuk, saya berusaha konsentrasi membonceng cucu salah satu raja Sumba ini. Piuhhh....akhirnya sampai di warung padang.

Umbu langsung menyuruh saya menemui Vio. Ibu Vio sibuk meladeni pembeli yang akan sahur. Saya berbisik pada ibunya, "Tante, Vio dimana?" Ibunya jawab, "lagi tidur."

Saya melaporkan pada Umbu bahwa Vio lagi tidur. Umbu langsung berujar dengan semangat 45, "Bangunkan dia!" Waduhhh, gawattt, saya bertugas membangunkan anak gadis orang di waktu subuh. Dengan agak ragu saya kembali masuk ke dalam warung langganan kami itu. Kembali saya berbisik pada ibunya, "Tante, tolong bangunkan Vio yaa. Guru kami mau bertemu." Ibu Vio berkata, "Sebentar yaa, Jengki"

Tak berapa lama, Vio muncul di depan kami dengan wajah masih mengantuk. Belum sempat Vio duduk, Umbu langsung menghujani gadis lugu itu dengan kuliah pagi soal pentingnya puisi, kesenian, bakat, teknik menulis, koran dinding, generasi muda, dan sebagainya. Di pagi buta itu Umbu tampak bersemangat dan sangat yakin telah menemukan bakat baru. Vio mendengar dan berusaha menyimak kuliah pagi itu dengan takzim dan terbengong-bengong. Sambil mengunyah nasi padang yang gurih, Umbu semakin gembira dan semangat memberi kuliah puisi.

Jam setengah enam pagi, kami kembali ke Pos Kepundung. Sepanjang jalan, Umbu kembali ngoceh soal Vio dan bakatnya. "Saya yakin, Jengki, Vio bakal jadi...Orang Padang memang lain...Tolonglah kau tuntun-tuntun dia...Kasik tau lagi dia agar kirim-kirim puisi atau prosa liris...". Sambil pegang stang motor agar tak oleng kemoleng, saya menemani segala ocehan Umbu dengan : "Iya, Bung...Iya, Bung...Iya, Bung.."

Dan....soal Vio akan rajin nulis puisi dan kirim puisi ke rubrik sastra yang digawangi Umbu, yaaa...kita tunggu aja....hehe

Pertemuan mengharukan kakak-beradik yang lama berpisah. (Bukan kandung)

Sumber foto facebook bli Wayan Jengki Sunarta

6 Komentar:

dapurkata45 said...

Umbu Landu Paranggi. Selama ini saya cuma mendengar dan membaca tentangnya. Keliatannya orangnya selalu semangat ya. Hhe... sepertinya menyenangkan kalau bisa ketemu. :D


Ekohm Abiyasa said...

Iya benar. Beliau selalu enerjik soal puisi. melahirkan bibit-bibit penyair baru.

Sayang juga, saya belum berjumpa dengan beliau. Poto di atas saya ambil dari facebook seorang akwan di Bali. Trims kunjungannya.

makasi atas infirasinya, semoga tambah berkah ilmunya

terima kasih , sangat membantu^^

Anonymous said...

ooohh inikah Mbah Umbu Landu Paranggi, guru Cak Nun itu..? dalam beberapa kesempatan Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) menegaskan bahwa pemandu bakat awalnya adalah Mbah Umbu,,,,,duh andai saya pun bisa mendapatkan 'kuliah'nya

Ekohm Abiyasa said...

Betul banget. Saya pun juga kepengen mendapat kuliah dari beliau. Salam :)

bpk muliadi said...

KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.

KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.


KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.


Post a Comment

Bila tertarik ingin berkomentar, memberi kritik maupun saran, silakan ketik komentar Anda di bawah ini.

Salam SABUDI (Sastra Budaya Indonesia)

 
 
 

Postingan Terbaru

Komentar Terbaru

Recent Comments Widget

Trafik

Total Dilihat

 
Kembali ke atas