(Fiksimini Battle Horor) Hujan yang Kemarau, Tragedi

Monday, 29 October 2012

Malam hening, sehabis hujan yang sebentar saja. Ada apa kau ini hujan?

"Mau makan pak, uang jajannya mana", rengek anakku.
"Ni nak", Nyodorin daun pisang.
"Kebanyakan pak, yang recehan aje".
Lempar lembing.
"Aahh, bapak ngajak bercanda ya?"
"Tanggal tua nak, maaf bapak kemarau"
"Tapi 'kan kemaren sempat ujan pak. Probolinggo aja udah banjir. Rumah warga kerendem aer pak, bahkan sakunya juga hlow".
"Ini hujannya beda nak, suatu saat nanti engkau juga akan paham nak" Mencoba meyakinkan si anak.
Mengelus kepala sang anak
"Aah bapak, ku bukan anak kecil lagi.." Menghindar elusan tangan bapak.

Sambil menunduk lesu aku hanya sanggup menghela napas. Merasa bersalah tidak bisa membahagiakan sang anak. Menetes air mata tanpa terasa. Pipi basah darah.

Menoleh ke arah bapak sambil sinis, "Bapak pura-pura nangis ya? Bapak nggak sayang aku..."
Keluar dari rumah sambil berlari bawa seutas tali.

Ruang Maya, 29 Oktober 2012

*) Wiwid Jinju(anak) - Ekohm Abiyasa(bapak)

**Via chat fb.

0 Komentar:

Post a comment

Bila tertarik ingin berkomentar, memberi kritik maupun saran, silakan ketik komentar Anda di bawah ini.

Salam SABUDI (Sastra Budaya Indonesia)

 
 
 

Postingan Terbaru

Komentar Terbaru

Recent Comments Widget

Trafik

Total Dilihat

 
Kembali ke atas