ASEAN Literary Festival (ALF) 2015: Persembahan untuk Sitor Situmorang

Monday, 9 March 2015

Selengkapnya: ASEAN Literary Festival (ALF) 2015: Persembahan untuk Sitor Situmorang

Membaca itu..

"Membaca itu seperti berpikir, seperti berdoa, seperti berbicara dengan seorang teman, seperti mengekspresikan ide-idemu, seperti mendengarkan ide-ide orang lain, seperti mendengarkan musik, seperti melihat pemandangan, seperti berjalan-jalan di pantai." (Roberto Bolano, 2666)

Sumber: Facebook Gambang.
Selengkapnya: Membaca itu..

Kutipan dari Prof. Dr. Priguna Sidharta Tentang Guru

Friday, 27 February 2015

"Kini sudah tidak berlaku lagi bahwa seorang guru merupakan sumber mutlak suatu pengetahuan. Seorang guru tetap berfungsi sebagai guru dalam arti luhur, jika ia dapat menghibahkan cara berpikir, cara belajar dan cara bersikapnya kepada anak didik dengan anjuran untuk pada gilirannya meneruskan apa yang telah diterimanya kepada generasi muda."

(Dari buku "Seorang Dokter dari Losarang: Sebuah Otobiografi Priguna Sidharta" Hal. 211. Terbitan PT Temprint tahun 1993) Dari Facebook Ekohm Abiyasa

"Seorang guru yang baik dalam ilmu bukanlah guru yang akan membuat anak didiknya menjadi duplikat dari pribadinya, tetapi adalah guru yang dapat melimpahkan cara berpikirnya kepada anak didiknya, di mana pada waktu anak didik ini akan menjadi penerus, dan seterusnya. Guru bukanlah satu-satunya sumber ilmu, namun guru lebih mengarahkan dan menunjukkan mana yang baik dan berhasil bila dipelajari dengan tekun. Untuk itu kamu harus membentuk dirimu sendiri yang sesuai dengan perilaku kehidupanmu sendiri ketimbang mengagungkan pribadi gurunya yang mungkin tak sesuai dengan kehidupan dirimu sendiri. Menetapkan disiplin belajar adalah keharusan, namun bagaimana kamu melaksanakannya adalah kesadaran dan kelincahanan dirimu sendiri. Dari guru sekarang ini bolehlah ditimba pengalamannya dan pengetahuan praktisnya."

Ujar Dr. Sie Pek Giok alias Dr. Priguna Sidharta kepada muridnya, Dr. Santoso Sumorahardjo.
(Dari buku "Seorang Dokter dari Losarang: Sebuah Otobiografi Priguna Sidharta" Hal. 357. Terbitan PT Temprint tahun 1993) Dari Facebook Ekohm Abiyasa

Wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Priguna_Sidharta 
Paper: https://sciencescape.org/author/84465864
Selengkapnya: Kutipan dari Prof. Dr. Priguna Sidharta Tentang Guru

Puisi Seharusnya

Thursday, 26 February 2015

"Puisi (seharusnya) mampu mengangkat keindahan lebih tinggi di atas kebenaran."

Sakutaro Hagiwara (1886-1942)

Sumber: Facebook Sofyan RH Zaid
Selengkapnya: Puisi Seharusnya

Tiga Puisi di Halaman Sastra Kalimalang Radar Bekasi (Sabtu, 21/02/15)

Saturday, 21 February 2015

Musim Giling Tebu

pukul sepuluh malam
telinga kecil merekam
bunyi mesin sebuah pabrik tebu
berjarak lapisan kenangan

musim penggilingan tebu
malam-malam itu

pukul sepuluh malam
nasib menyeru kami para pekerja
lembur mengguyur dapur kristal-kristal keringat

suara itu mendentam telinga
sampai usia kelewat amis
raga-raga pucat
meniup asap-asap hitam dalam lubang
corong penebar bau tak sedap

hidup bertanjak dingin
demi hari esok

musim penggilingan tebu
malam-malam itu

Surakarta, 2014


Dadu

kedua kakiku membeku
dikepung dingin

sebeku inikah hatimu?

aku tak pandai merayu
memilikimu seperti melempar sebuah dadu
angka-angka mujur sulit dipilih
angka-angka memilih tanpa tebang pilih

langkah-langkah tersesat!

Surakarta, 2014


Derita Tiada Habis

1
sepasang kaki mengitari halaman basah di musim meranggas
sepasang mata meliuk angkuh pada pukul sepuluh malam

2
kaki sudah tak tahan lagi pada panas pasir
lagu-lagu hanya sesaat mengayun pelan
di telinga tanpa masuk lebih dalam dan singgah lebih lama di jiwa
bukan,
semisal musim kering telah tuntas namun masih saja
terasa sama musim-musim berikutnya

Surakarta, 2014

Sumber: Facebook Zaeni Boli.
Selengkapnya: Tiga Puisi di Halaman Sastra Kalimalang Radar Bekasi (Sabtu, 21/02/15)

Foto-foto Ultah PAWON Sastra ke-8

Selengkapnya: Foto-foto Ultah PAWON Sastra ke-8

Baca Puisi di Ultah PAWON Sastra ke-8

Friday, 20 February 2015



 Bareng Mbak Ary S, kawan blogger Multiply. Enam tahun baru bertemu! Link foto.




Foto-foto oleh: Ary Sri Setyani
Selengkapnya: Baca Puisi di Ultah PAWON Sastra ke-8

 
 
 

Postingan Terbaru

Komentar Terbaru

Recent Comments Widget

Trafik

Total Dilihat

 
Kembali ke atas