Twitter + Facebook
Ruang Arsip
-
▼
2015
(26)
- April 2015 (6)
- March 2015 (8)
- February 2015 (8)
- January 2015 (4)
-
►
2014
(93)
- December 2014 (2)
- October 2014 (4)
- September 2014 (1)
- August 2014 (6)
- July 2014 (9)
- June 2014 (7)
- May 2014 (4)
- April 2014 (15)
- March 2014 (6)
- February 2014 (13)
- January 2014 (26)
-
►
2013
(126)
- December 2013 (8)
- November 2013 (4)
- October 2013 (11)
- September 2013 (7)
- August 2013 (6)
- July 2013 (12)
- June 2013 (32)
- May 2013 (19)
- April 2013 (2)
- March 2013 (13)
- February 2013 (4)
- January 2013 (8)
-
►
2012
(294)
- December 2012 (18)
- November 2012 (48)
- October 2012 (117)
- September 2012 (2)
- August 2012 (1)
- July 2012 (1)
- June 2012 (3)
- May 2012 (5)
- April 2012 (42)
- March 2012 (24)
- February 2012 (5)
- January 2012 (28)
-
►
2011
(18)
- December 2011 (5)
- November 2011 (2)
- October 2011 (7)
- September 2011 (2)
- May 2011 (2)
-
►
2010
(2)
- October 2010 (2)
-
►
2009
(9)
- December 2009 (1)
- May 2009 (1)
- March 2009 (5)
- January 2009 (2)
-
►
2008
(5)
- September 2008 (1)
- August 2008 (2)
- February 2008 (2)
-
►
2007
(4)
- December 2007 (4)
Ruang Sunyi
Ruang Pengunjung
Translate
Incidental Comics: World's Writing
Tuesday, 22 July 2014Diposkan oleh Unknown di 7/22/2014 11:21:00 pm 0 Komentar
Label dunia tulis, galeri
Jean Couteau: Setia Menjadi Penulis
Tuesday, 29 April 2014
Ehm, mau bagaimana lagi, menjadi penulis adalah sebuah pilihan sadar yang mesti tetap dijalani. Jean Couteau pun dengan setia tetap melakoni profesinya sebagai penulis sejak bertahun-tahun lampau. Jean senang menulis berbagai hal yang berkaitan dengan kesenian, pariwisata, sosial dan budaya.
Karier kepenulisan telah dirintisnya sejak mahasiswa. Dia telah banyak menghasilkan tulisan kuratorial dan pengantar pameran seni rupa, tulisan-tulisan lepas di berbagai media massa dalam dan luar negeri, makalah-makalah seminar atau pun tulisan utuh dalam bentuk buku tentang proses kreatif dan pencapaian karya beberapa seniman.
Banyak perupa muda berbakat asal Bali menjadi tenar dan laris manis di pasar seni rupa salah satunya karena tulisan-tulisannya. Namun kehidupan Jean Couteau tetap saja bersahaja, seakan kemewahan jauh dari garis tangannya. Hal itu menjadi sangat ironis jika dibandingkan dengan pelukis-pelukis yang pernah diorbitkannya hidup dalam gelimang kemewahan.
Jean telah menetap di Bali lebih dari 27 tahun. Bergaul akrab dengan banyak seniman dan intelektual Bali. Dia sangat fasih berbahasa Bali dan Indonesia. Dia memperoleh gelar master dalam bidang Sosiologi dari Universitas Sorbonne, Perancis. Sedangkan gelar doktor diperolehnya dari EHESS (cabang Sorbonne) dengan disertasi mengenai ikonografi gambar Bali.
Kami ngobrol tentang wacana seni rupa Indonesia mutakhir. Jean menilai perupa Indonesia, terutama perupa muda, seakan tidak punya pijakan yang kuat di tengah arus globalisasi dan wacana kontemporer. Misalnya, perupa muda banyak yang ikut trend seni rupa Cina.
Ikut-ikutan trend seni rupa yang laris di pasaran tentu berdampak pada kurangnya menggarap kedalaman karya dan mandegnya kreativitas. Jean mengatakan perupa muda terlalu terpukau pada ikon-ikon global, lupa pada unsur-unsur lokal dan ikon-ikon budaya sendiri. “Pasar terlalu kuat dibandingkan dengan ekspresi diri,” katanya.
Problem terbesar seni rupa Indonesia, menurut Jean, adalah tidak adanya museum seni rupa yang representatif. Sudah saatnya Indonesia memiliki museum seni rupa yang terstruktur yang memajang karya-karya seniman Indonesia secara komplit. Museum sangat berperan untuk membentuk sejarah seni rupa Indonesia. “Tentu kurasi museum juga harus jelas dan terstruktur,” ujarnya.
Diposkan oleh Unknown di 4/29/2014 04:51:00 pm 0 Komentar
Label dunia tulis
"Menulis vs. Pekerjaan Harian"
Wednesday, 19 June 2013
Diposkan oleh Unknown di 6/19/2013 07:24:00 pm 0 Komentar
Label artikel, dunia tulis
Mengabadikan Ide
Sunday, 25 November 2012
![]() |
| Ihya’ Ulumuddin, karya monumental Imam Al-Ghazali. Abadilah ilmunya, abadilah namanya. (sumber foto: internet) |
Diposkan oleh Unknown di 11/25/2012 11:14:00 pm 0 Komentar
Label dunia tulis
Menulis itu ”Memahat” Kata
Sumber http://blogjpin.wordpress.com/2012/08/31/menulis-itu-memahat-kata/
Diposkan oleh Unknown di 11/25/2012 11:03:00 pm 0 Komentar
Label dunia tulis
Gairah Menulis
Hemat saya, kata kunci yang bisa menumbuhkan minat dan menyalakan gairah menulis adalah ada pada kata “Manfaat”. Bobbi DePoter dalam buku fenomenalnya Quantum Learning, menyatakan, bahwa sebelum Anda melakukan hampir segalanya dalam hidup Anda, baik secara sadar maupun tidak, Anda akan bertanya pada diri Anda tentang pertanyaan penting ini, “Apa Manfaatnya BAgiKu?” (AMBAK) Mulai dari pekerjaan sehari-hari yang paling sederhana hingga monumental yang mengubah hidup, segala sesuatu harus menjanjikan manfaat pribadi atau Anda tidak akan termotivasi untuk melakukannya.
Diposkan oleh Unknown di 11/25/2012 09:44:00 pm 0 Komentar
Label dunia tulis
Menikmati Proses
Dia bilang gini "Saya sudah matian-matian cari ide, lalu memeras otak untuk menuliskannya, e ternyata gak dimuat..percuma kan..."
Hehe, saya dalam hati saya bilang, dia pikir koran itu punya kakeknya yang bisa begitu saja memuat karya-karyanya. Asal tahu, setiap rubrik di koran diincar oleh banyak pengirim naskah. Sehingga setiap tulisan akan "berkompetisi" memikat hati redakturnya agar dimuat. Bila setiap edisi, ada 20 naskah yang masuk, sedang di rubrik itu hanya diambil 1 atau 2 naskah saja, berarti harus ada 18 atau 19 naskah yang tersisih. Maka betapa kita harus bermental baja dan mengatur strategi untuk terus-menerus berproses untuk menjadi lebih baik dan berusaha memikat hati redaktur dengan tulisan yang semakin baik, sehingga tulisan kitalah nantinya yang dipilih dan dimuat.
Selengkapnya baca artikel saya "Menikmati Proses" yang diposting di blog resmi JPIN.
Artikel terkait Kesediaan Menjalani Proses
Diposkan oleh Unknown di 11/25/2012 08:01:00 pm 0 Komentar
Label dunia tulis
Penutup Artikel Bergaya Menggugah
Sunday, 14 October 2012
Mari kita perhatikan tiga contoh paragraf penutup berikut ini:
Sumber http://economist-suweca.blogspot.com/2012/01/penutup-artikel-bergaya-menggugah.html
Diposkan oleh Unknown di 10/14/2012 10:00:00 pm 0 Komentar
Label dunia tulis
Empat Sifat Utama Manusia Kreatif
Setiap orang memiliki jumlah waktu yang sama, yakni 24 jam dalam sehari. Dalam siklus waktu itu, ada saat-saat di mana seseorang menemukan puncak-puncak kreativitasnya, entah pagi, siang, sore, ataupun malam hari. Pada saat-saat itulah dia menjadi begitu kreatif dalam berpikir. Banyak ide-ide lahir pada waktu-waktu tertentu. Itulah saat yang disebut dengan puncak kreatif seseorang. Inilah karunia Tuhan yang tiada duanya, yang pantas dimanfaakan untuk melahirkan gagasan kreatif. Sia-sialah kalau seseorang yang dikaruniai waktu-waktu kreatif tetapi tidak memanfaatkannya dengan baik, malahan memilih berleha-leha.
Menjadi sifat manusia untuk menunda-nunda penyelesaian masalah. Kalau bisa dikerjakan besok, mengapa harus sekarang? Begitulah pertanyaan retoris yang cenderung menghasilkan penundaan pemecahan masalah. Kita memang harus bersungguh-sungguh melibatkan diri secara emosional dalam memenuhi batas waktu yang kita tetapkan. Misalnya, dalam sehari kita berencana menemukan 10 alternatif pemecahan sebuah masalah. Dengan kata lain, pada hari itu, kita wajib mendapatkan 10 gagasan, dan berjuang untuk menepati dan memenuhinya. Hal ini akan menjadi suatu dorongan yang sangat baik.
Jika kita memiliki satu cara pemecahan masalah, dan ternyata gagal, maka masalah tak terpecahkan. Jika kita punya satu masalah, tetapi mempersiapkan alternatif 10 gagasan sebagai jalan keluar, maka peluang penuntasan masalah menjadi sangat besar. Modal kekayaan gagasan ini pun bisa menjadi investasi berharga bagi upaya pemecahan masalah lainnya yang sejenis.
Daripada dihantui keengganan berubah dengan bersikeras berpegang pada suatu cara atau gagasan tertentu, orang yang fleksibel mulai dengan prinsip bahwa apabila satu pemecahan tidak bekerja, dia selalu mendekati masalah tersebut dari sudut lain. Hal ini oleh Joseph G. Mason disebut sebagai “harapan kreatif” Maksudnya, orang kreatif selalu berharap bisa memecahkan masalah betapa pun banyak kegagalan yang dialami yang menunda pemecahannya untuk sementara waktu.
Demikianlah, industri kreatif Indonesia sangat membutuhkan sumber daya manusia yang kreatif. Usaha menumbuhkembangkannya merupakan proses yang berlangsung secara berkesinambungan. Semoga di negeri ini kian banyak insan-insan kreatif yang berkarya demi kemajuan bersama.
Sumber http://economist-suweca.blogspot.com/2012/01/empat-sifat-utama-manusia-kreatif.html
Diposkan oleh Unknown di 10/14/2012 09:46:00 pm 0 Komentar
Label dunia tulis
Untaian Kata Penggugah Semangat Menulis
***
***
***
***
***
***
***
***
Diposkan oleh Unknown di 10/14/2012 09:40:00 pm 0 Komentar
Label dunia tulis
Menjadikan Blog sebagai Wahana Berlatih Menulis
Mulai Berlatih Menulis
Setelah mempunyai blog, lalu apa yang kemudian dilakukan? Tiada lain selain mengisinya dengan tulisan/artikel. Untuk menjadi mahir dalam dunia tulis-menulis, maka berlatih menulis itu sangat penting. Sama dengan orang yang ingin pintar berenang, ia mesti berlatih berenang dengan terjun langsung ke air. Tidak bisa hanya dengan membaca buku bagaimana berenang dengan baik saja seseorang akan langsung bisa mahir berenang. Proses pembelajaran harus dilalui untuk menjadi mahir berenang. Demikian pula dalam hal menulis. Seorang calon penulis atau penulis pemula membutuhkan latihan yang terus-menerus untuk mendapatkan ketrampilan atau keahlian menulis. Ala bisa karena biasa, bukan?
Banyak orang menganjurkan untuk menggunakan buku harian sebagai sarana awal berlatih menulis. Tidaklah salah kalau orang memilih buku harian dalam menuliskan unek-uneknya. Menulis di buku harian, acapkali menyangkut hal-hal yang pribadi yang tidak perlu diketahui publik. Kerahasiaan dan aspek privasinya lebih terjaga. Tulisan di dalam buku harian menjadi semata-mata sebagai dokumen pribadi. Sama sekali tidak untuk dipublikasikan. Berbeda dengan buku harian, blog memiliki banyak kelebihan.
Manfaat Berlatih Menulis di Blog
Dengan blog, tulisan pasti dimuat. Tidak ada pihak lain yang menentukan sebuah naskah layak dimuat di blog atau tidak. Semuanya ditentukan oleh pemilik blog yang juga sebagai penulis naskah yang hendak di-posting. Kalau di koran/majalah ada Redaksi yang bakal menyeleksi naskah kita, apakah dipandang layak muat ataukah tidak. Sebaik atau sejelek apapun naskah tersebut, tetap ia dapat dipostingke dalam blog sendiri sebagai konten.
Apa yang kita posting ke blog menunjukkan kesungguhan dan jati diri kita. Dan, blog itu tak sekali atau dua kali diisi dengan naskah, kemudian selesai. Dituntut kontinyuitas untuk merawat dan menyempurnakannya secara berkesinambungan sehingga semakin lama semakin dikenal sebagai blog yang memiliki kualitas. Penulis (saya) sendiri memiliki sebuah blog sederhana beralamat di http//www.economist-suweca.blogspot.com. Blog itu saya maksudkan sebagai wahana untuk berbagi dengan pengunjung sekaligus sebagai tempat mendokumentasikan sejumlah naskah yang sudah pernah dipublikasikan sebelumnya. Sebagai contoh, naskah yang sudah pernah dimuat di Bali Express saya posting di blog untuk tujuan berbagi dan dokumentasi.
Sumber http://economist-suweca.blogspot.com/2010/11/menjadikan-blog-sebagai-wahana-berlatih.html
Diposkan oleh Unknown di 10/14/2012 09:22:00 pm 0 Komentar
Label dunia tulis
Kalau Ingin Jadi Penulis, Menulislah!
Diposkan oleh Unknown di 10/14/2012 09:11:00 pm 0 Komentar
Label dunia tulis
Berawal dari Blog, Berakhir Jadi Buku
Kini, isi blog-lah yang dimanfaatkan menjadi buku. Tulisan-tulisan yang diposting dan terdokumentasi dalam sebuah blog dipinang penerbit untuk dicetak menjadi sebuah buku. Inilah yang mulai terjadi beberapa tahun terakhir. Sebuah perkembangan yang cukup menarik dan menjanjikan bagi para blogger.
Belajar dari hal di atas, maka suatu saat Anda yang punya blog bukan tidak mungkin bakal dilirik penerbit. Tentu saja sepanjang isi blog tersebut menarik minat penerbit. Pertimbangan penerbit, antara lain, apakah informasi yang dikandung dalam blog itu berguna bagi kalangan pembaca dan apakah kalau diterbitkan bakal laku di pasaran? Oleh karena itu, sebagai blogger amatir maupun profesional, mungkin Anda lebih memilih untuk mengisi blog Anda dengan informasi dan pengetahuan yang berguna bagi pembaca/pengunjung blog Anda. Begitu dilakukan secara berlanjut dan konsisten. Siapa tahu, tulisan-tulisan Anda pun kelak dipinang penerbit. Atau, kalau tidak, toh Anda sudah berbagi dengan para pembaca. Berbagi pengetahuan dan informasi, tanpa pamrih, sama saja dengan berbuat amal, bukan?
Nah, selamat ngeblog. Bagaimana pendapat Anda, para pembaca?
Sumber http://economist-suweca.blogspot.com/2010/12/berawal-dari-blog-berakhir-jadi-buku.html
Diposkan oleh Unknown di 10/14/2012 09:05:00 pm 2 Komentar
Label dunia tulis
Teruslah Menulis, Menulislah Terus
Sumber http://economist-suweca.blogspot.com/2010/12/teruslah-menulis-menulislah-terus.html
Diposkan oleh Unknown di 10/14/2012 09:03:00 pm 0 Komentar
Label dunia tulis
Perpustakaan Pribadi dan Hasrat Membaca
Perpustakaaan pribadi di rumah memang dapat merupakan simbol intelektualitas seseorang. Anda bisa membayangkan, bagaimana mungkin seseorang disebut intelektual atau pembelajar, kalau ia tidak punya cukup buku dan tidak suka membaca. Bagi seorang pembelajar, buku adalah sahabat karibnya. Oleh karena demikian, agar kesukaan akan buku itu terkondisi dengan baik, maka seyogianya dibangun perpustakaan pribadi di rumah. Bukan sekedar agar dipandang intelek atau mendapatkan predikat pembelajar, melainkan untuk menyiapkan ‘gudang ilmu’ dengan segala kelengkapannya, sehingga si pemilik bisa dengan mudah menyalurkan kebutuhan dan minat membacanya dalam kehidupan privat di rumah sendiri.
Siapkan Sarana
Paling tidak ada empat sarana utama yang perlu dipersiapkan tatkala hendak membangun perpustakaan pribadi di rumah. Pertama, perlu disiapkan sebuah ruang dengan luasan tertentu yang memadai untuk maksud ini. Boleh di ruangan khusus untuk perpustakaan, boleh di ruang tamu, atau di kamar tidur. Sesuaikan dengan ruang yang ada dan kondisi rumah Anda. Diantara pilihan itu, membuat ruangan khusus perpustakaan adalah yang terbaik. Kalau tidak ada ruang khusus, cukuplah dimanfaatkan space yang ada ruang tamu atau kamar tidur.
Perhatikan pula di sisi mana dari ruangan itu yang Anda manfaatkan untuk meletakkan rak buku. Upayakan agar posisinya strategis, tidak mengganggu tatkala Anda dan anggota keluarga lalu-lalang, dan mudah dijangkau. Ketinggian rak juga mesti diperhitungkan. Sebaiknya tinggi rak tak lebih dari setinggi jangkauan tangan Anda. Ini dimaksudkan, tatkala mengambil buku pada bagian rak yang paling atas, Anda masih bisa menjangkaunya hanya dengan menjulurkan tangan ke atas tanpa menggunakan tumpuan kursi atau sejenisnya.
Sisihkan Waktu
Membangun perpustakaan pribadi adalah sebuah langkah awal yang bagus. Tapi, semua itu belumlah cukup kalau tidak dibarengi dengan kesediaan meluangkan waktu untuk membaca, menggali ilmu pengetahuan dari perpustakaan yang Anda buat. Sisihkan waktu, paling tidak satu atau dua jam setiap hari untuk membaca. Dan, kita tentu sepakat bahwa membaca itu banyak manfaatnya.
Sumber http://economist-suweca.blogspot.com/2010/12/perpustakaan-pribadi-dan-hasrat-membaca.html
Diposkan oleh Unknown di 10/14/2012 09:00:00 pm 0 Komentar
Label dunia tulis
Apa Gunanya Menulis?
Berangkat dari komentar sahabat itu, muncul pertanyaan, apa sebetulnya gunanya menulis/mengarang itu? Dengan mengetahui kegunaan/manfaat menulis/mengarang, bisa jadi akan membuat kita kian tertarik dengan aktivitas yang satu ini. Maka, dapat diharapkan kian banyak yang berkiprah dan menekuni pekerjaan menuangkan ide melalui bahasa tulis. Inilah sebagian dari jawaban tentang kegunaan menulis.
Diposkan oleh Unknown di 10/14/2012 08:46:00 pm 2 Komentar
Label dunia tulis

























