Showing posts with label sentayu. Show all posts
Showing posts with label sentayu. Show all posts

Hati yang Kukenal (Buletin Pawon Sastra edisi #37 tahun VI/2013 )

Friday, 1 June 2012

berapapun hati yang kau singgahi
takkan mampu melepas rindu ini
ada geletar yang makin kukenal dan mengental
dalam dada ini
segala kukenal, tidak untuk menjadi binal

Jakal KM 14 Jogja, 27 Mei 2012

*) Ekohm Abiyasa

Catatan:
Dimuat buletin Pawon Sastra edisi #37 tahun VI/2013 
Selengkapnya: Hati yang Kukenal (Buletin Pawon Sastra edisi #37 tahun VI/2013 )

Sepasang Angsa dan Masa Depan (Buletin Pawon Sastra edisi #37 tahun VI/2013 )

Tuesday, 22 May 2012

sepasang angsa di danau
menguliti rindu
bersungutsungut
menarinari
berbagi suka
berputarputar
membagi kisah atau mempercakapkan masa depan

Jakal KM 14 Jogja, 22 Mei 2012

*) Ekohm Abiyasa

Catatan:
Dimuat buletin Pawon Sastra edisi #37 tahun VI/2013
Selengkapnya: Sepasang Angsa dan Masa Depan (Buletin Pawon Sastra edisi #37 tahun VI/2013 )

Aku Ingin Meminjam Napasmu Sejenak

Wednesday, 4 January 2012

disetiap saat, kupanjatkan doadoa
berkenankanlah Dia mempersatukan hati "kita"..
semoga


juga,
aku ingin menulis beberapa nama, beberapa cerita dalam buku hidup
merenda hari bersama
duka lara, suka cita
bersatu dalam simpul

juga,
cita yang aku harapkan berwarnawarni
biru hijau merah hitam putih di beranda
kita selami satu persatu
membawa makna, kita tersenyum dalam segala rupa
dalam segala topeng

juga,
cinta yang ada hanyalah cinta yang sederhana
tidak sesulit yang orang bayangkan atau kira
seperti senja yang terbenam diufuk barat
begitu setiap hari sampai hayat tiada bergerak

kita hanyalah kumpulan daging yang terserak
aku ingin meminjam napasmu sejenak
sentayu

Jakal KM 14 Jogja, 4 Januari 2012

*) Ekohm Abiyasa

Taken from http://dhietasangpenguasa.multiply.com
Selengkapnya: Aku Ingin Meminjam Napasmu Sejenak

Dengar (Solopos, 2006)

Saturday, 29 December 2007

Dimuat Solopos, 2006

jangan biarkan hati melapuk
tinggalkan diriku biarkan merayu
kau buat goresan yang belum jadi
lalu tersentak matamu mulai redup
ingatkan diriku terkenanglah dia
tak ingin ku ulang lagi tentang masalahku
-tentang semua

dengar !
inikah hati yang rapuh
mendengar risaunya bulan
menyayat sang panas
jangan biarkan, otak mulai meredam
tinggalkan masalah dahulu
senyum yang lupa terbawa entah kemana ?
biarkan diriku mengingat yang hilang-tentang dia
dengar !
mata memendam gunungnya rindu
daundaun tertanggalkan
membuat pita jadi hitam
tak ingin melapuk lebih dini
tak ingin merapuh lebih dini

dengarkanlah !

Karanganyar, 081106
Selengkapnya: Dengar (Solopos, 2006)

Aku Belum Tahu (Solopos, 2006)

Dimuat Solopos, 2006

seteguk rasa aku berikan 
siapa gadis dibalik ruang? 
menggetarkan jala pandang 
nantikan sua 
:secerah rupa senyum mengembang 
serasa lembut sentuhan banyu 
merayurayu mencemaskanku 
:untuk siapa ?
 

aduhai kawan dia tercipta
tapi siapa yang belum  tahu
disini menanti ragu 
segera usai perjalanan itu 
:walau sedetik ada yang rupa
setelah daundaun berguguran 
menyapu keraguan 
ada seteguk rasa yang tertukar

Karanganyar, 081106
Selengkapnya: Aku Belum Tahu (Solopos, 2006)

 
 
 

Postingan Terbaru

Komentar Terbaru

Recent Comments Widget

Trafik

Total Dilihat

 
Kembali ke atas