Biar tak ada pengulangan pertanyaan mengenai kecerdasan puitik, apa itu puitik dan puisi, serta hubungan ketiganya:
---------------------------------------
Apakah kecerdasan puitik?
----------------------------------------
Kecerdasan puitik adalah kemampuan menemukan sesuatu, melihat yang tak
terlihat, atau menarik hubungan antara hal-hal yang tampak tak
berhubungan sekalipun. Di dalamnya terdapat sensitivitas penglihatan
untuk detail yang signifikan dan relevan, kepekaan terhadap bahasa
verbal maupun visual, dan keahlian naratif maupun figuratif yang
memungkinkan bagi penciptaan sesuatu.
----------------------------------------
Apakah kecerdasan puitik berkaitan dengan puisi? Apakah kecerdasan puitik adalah kecerdasan berpuisi?
-----------------------------------------
Ya, kecerdasan puitik berkaitan dengan puisi, kecerdasan berpuisi.
Puitik adalah kata sifat bagi puisi atau hal-hal yang berkaitan dengan
puisi. Sebagai kata benda, puitik adalah praktik menulis puisi atau
komposisi puitik, risalah mengenai sifat, bentuk, dan hukum puisi. Puisi
adalah bentuk metafisik, ontik, dari yang puitik.
------------------------------------
Kecerdasan berpuisi? Seberapa pentingkah?
------------------------------------
Tak dipungkiri bahwa puisi bagi kebanyakan orang memiliki reputasi yang
buruk, tak lebih dari sekumpulan kata-kata kosong aneh, ungkapan
perasaan mendayu-ndayu, atau kalimat-kalimat putus asa penuh tanda seru,
yang tak memiliki relevansi apapun dengan kehidupan. Pandangan itu
tentu sebuah kesalahpahaman.
“Puisi” berasal dari kata Yunani
“poiesis”—“poiein”, yang artinya “menemukan”—“menciptakan”. Sebagai
penemuan-penciptaan, puisi pertama-tama tentu soal penghayatan,
pertanyaan terhadap realitas dalam maupun luar dan pencarian jawabannya.
Hal ini membuat puisi selalu relevan bagi kehidupan, bahkan signifikan,
penting.
Jawaban-jawaban atau realitas-realitas baru yang
ditemukan dalam proses penghayatan itu tentu belum terbahasakan,
sehingga dibutuhkan metafor-metafor yang diciptakan melalui penukaran,
pengubahan tanda, atau analogi dari aset bahasa berdasarkan
prinsip-prinsip similaritas-dissimilaritas, yang ketepatan dan
kebermaknaan merupakan taruhannya, termasuk jika berbicara non-sense
verse.
*Metafor adalah kreativitas pertama dalam puisi, untuk mengomunikasikan
kebaruan2 itu, masih dibutuhkan penemuan-penciptaan strategi-strategi
perepresentasian atau penyampaian dengan mengeksplorasi dan
mengeksploitasi daya tarik logos, ethos, dan pathos, dari bentuk, gaya,
sampai irama dan rima untuk dapat dipahami, diterima, diingat oleh
pembaca, dan pada akhirnya menggerakkan pembaca, mempengaruhi kesadaran
dan keputusan tindakan mereka.
Sumber
Facebook Nuruddin Asyhadie *tambahan dari status terbaru.
NB:
Kecerdasan
puitik itu penting. Anak umur 4 tahun yang hafal 4 Nursery Verse yang
secara komposisional benar, akan memiliki kemampuan memahami dan
berpikir 4 kali lipat pada umur 10 tahun dari pada teman-teman seumurannya yang pada umur 4 tahun tidak hafal atau hafal kurang dari jumlah itu
atau hafal karya yang buruk. Itu berkaitan dengan perkembangan kesadaran
fonologis (phonological awareness) dan penalaran spasial (spatial
reasoning). Lebih baik usahakan suatu ekstra kurikuler kecerdasan puitik
dan jaga mereka dari tulisan-tulisan buruk, yaitu tulisan yang penuh word
salad, argumen-argumen lemah, inkohesif dan inkoheren. Sumber.
Kecerdasan
puitik itu berkaitan dengan pembangunan kemampuan melihat yang tak
terlihat atau penemuan, pemahaman, menganalisis, dan penciptaaan.
Berlatih menulis dan membaca puisi, kalau benar berlatihnya, dapat
membangun kemampuan-kemampuan itu. Kemampuan menciptakan metafor adalah tanda
kejeniusan (Aristotle), tapi bukan metafor dalam pemahaman Goenawan
Muhammad, bukan pasemon. Metafor adalah penyibak realitas, syarat-syarat
metafor sama dengan syarat-syarat bagi kebenaran, bukan penjauhan realias
seperti pasemonnya GM. Sumber.
Link terkait:
Metaphorming, Merangsang Inovasi dan Kreativitas
http://www.koran-sindo.com/node/351486
Thinking Like a Genius: Using Metaphorming to Describe Ideas
http://prezi.com/d28xfs5pkpww/thinking-like-a-genius-using-metaphorming-to-describe-ideas/